Sabtu, 30 Mei 2015

Entah untuk Siapa dan Dimana


aku mengenalmu lewat jiwa..
bukan lewat mata..
aku menjadikanmu kekasih lewat hati..

ku tak tahu..
seperti apa aku dalam pandanganmu..
selayak apa aku  dalam kehidupanmu..

tapi yang aku tahu..
meski dengan keterbatasanku..
berbalut kekuranganku..
aku menulis namamu di hatiku..
sejak awal kita bertemu..

dan tak akan pernah terganti..

apalagi terhapus...

oboz_iment15

Rabu, 20 Mei 2015

Prolog



Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokaatuh

Ahlan wasahlan wilujeng sumping dina blog basajan ieu. Tepangkeun wasta simkuring Hilmanuddin pituin urang sunda asli Singaparna Tasikmalaya. Alhamdulillah dina danget ieu simkuring tiasa ngebrehkeun sakeprul sabeunyeureun sasieureun uraian nu patali jeung masalah kaagamaan. Sok sanaos simkuring tacan ngalaut elmuna saking seueurna eta elmu tacan kauyup ku simkuring sadayana. Mung dumasar kana hadits Rosululloh: “ballighuu ‘annii walau aayah”, simkuring ngagaduhan niatan oge tekad kanggo ngamalkeun eta hadits, supados teu kalebet jalmi anu ngecul kajeunkeun kana amanah ti Rosululloh. Oge dumasar kana hadits Rosululloh “al-qur’anu  hujjatun laka au ‘alaika”, simkuring ngaraos kagungan amanah tina elmu pamasihan ti Alloh supados ditepikeun sareng ditepakeun ka papada manusa sangkan teu janten mamala eta elmu di akherat jaga.

Kumargi kitu ka sadaya baraya anu parantos nganjang dina blog simkuring mangga dileueut sadaya artikelna, pamugi janten pepeling diri paniis ati sangkan tiasa ningkatkeun kaimanan oge kataqwaan kanu maha kawasa.

Hatur nuhun sateuacana oge neda dihapunten bilih aya kecap nu teu merenah kana manah atanapi nyeredet kana hate mugia dihapunten kalayan luntur manah ridho galih estuning clik putih clak herang caang bulan opat welas jalan gede sasapuan teu geuneuk teu maleukmeuk balungbang timur narawangan.

Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokaatuh.

“Karena Dirimu Begitu Berharga”

Jika berkaca pada realita, maka akan didapati sebagian wanita muslimah tidak begitu memperhatikan bahkan tidak peduli terhadap batasan-batasan syar’i dalam berpakaian maupun bergaul dengan lawan jenisnya. Mereka tidak menyadari bahwa begitu berharganya kehormatan dan kesucian diri mereka, sehingga dalam seluruh aktivitasnya tidak menunjukkan kepedulian terhadap hal penting itu. Fenomena ini merupakan tanda lemahnya iman dalam kalbu mereka. Jika hal ini terus-menerus dibiarkan, maka peluang kemaksiatan -zina- akan semakin terbuka lebar dan setan pun akan semakin gencar dalam menjerumuskan mereka ke dalam lembah dosa.
So, wahai muslimah! Genggam erat kehormatanmu dan jaga ketat kesucianmu dengan:

Sabtu, 16 Mei 2015

Ber-Islam = Ber-Akhlak



Saudaraku…….
Islam membawa misi dakwah yang menjunjung akhlak mulia dan berbudi akhlak yang luhur. Sisi moral benar-benar berada di garda terdepan dalam agama Islam. Oleh karena itu, akhlak menduduki derajat yang tinggi di dalam satu-satunya agama yang diridhai Alloh ini. Beberapa point yang menunjukan betapa pentingnya kedudukan akhlak:
1. Akhlak adalah bagian terpenting agama Islam. Seorang ulama mengatakan, akhlak adalah agama Islam itu sendiri. Mukmin yang memegang teguh prinsip-prinsip agamanya akan mencerminkan akhlak mulia sebagai bukti kesungguhannya menjalankan syari’at Islam.

Kamis, 14 Mei 2015

Saatnya Kembali kepada Alloh


Bertafakur terhadap realita yang ada akan menuntun seseorang menuju lautan kesadaran yang dipenuhi dengan hikmah. Semua ritme dan siklus kehidupan tak akan pernah berjalan dan berputar tanpa didasari oleh takdir Alloh yang sarat akan hikmah. Begitu pun satu hal fenomenal yang sedang melanda bumi pertiwi ini, yaitu bencana yang tak kunjung berhenti. Firman Alloh:

“Dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kedzoliman.”(QS. al-Qoshosh :59)

Selasa, 12 Mei 2015

Larangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain



Hadirin yang sama-sama mengharap ridha Allah ta’ala,
Secara umum kita mengetahui jenis-jenis kemaksiatan yang berpotensi memperkeruh hati seorang mukmin dan memudarkan keimanan, baik yang dzahir maupun bathin, salah satunya adalah tajassus atau mencari-cari kesalahan orang lain.
Sifat ini tidak akan timbul tanpa ada pemicunya terlebih dahulu yaitu su’udzdon atau berburuk sangka terhadap seseorang. Sehingga bisa dikatakan kedua sifat ini saling berkaitan satu sama lain. Allah ta’ala melarang kedua perbuatan ini bersarang di hati hamba-Nya dalam firman-Nya surat al-Hujurat ayat 12:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain[Al-Hujurat : 12]

Membaca Kasih Sayang Alloh

Wahai saudaraku….

Pernahkah kita mengingat begitu besarnya kasih saying seorang ibu kepada kita sebagai anaknya? Ketahuilah, kasih saying Alloh lebih besar daripada kasih saying ibu kepada anaknya. Sifat kasih saying atau al-rohmah dengan maknanya yang luas dan pengaruh positifnya yang mutlak, merupakan sifat Alloh yang maha berkah asma’nya. Rohmah Alloh mencakup semua yang ada di alam semesta. Firman Alloh:

… dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami".(QS. al-A’rof: 156)

Rabu, 06 Mei 2015

Amar Ma'ruf dan Nahi Munkar

Amar ma’ruf nahi mungkar merupakan salah satu ciri dari orang-orang yang mendapatkan kasih sayang Allahta’ala secara terus menerus baik di dunia maupun di akhirat. Allah ta’ala berfirman dalam surat al-Taubah ayat 71:
وَٱلْمُؤْمِنُونَوَٱلْمُؤْمِنَٰتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُبَعْضٍۢ ۚ يَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَيُطِيعُونَ ٱللَّهَوَرَسُولَهُۥٓ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ ٱللَّهُ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌۭ
“Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain, mereka menyuruh (berbuat) yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan shalat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah  dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sungguh Allah Maha Perkasa lag Maha Bijaksana.”

Selasa, 05 Mei 2015

Amar Ma'ruf Nahi Munkar


كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ (ال عمران : 110)
“Kamu adalah umat yang terbaik yang ditampilkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh berbuat yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.“ (Q.S. Ali Imron : 110)

Virus Liberalisme

Puji yang hakiki  hanya milik alloh yang maha memiliki, sang mudabbir alam pemilik kesempurnaan, Pengasih kepada seluruh ciptaan, penyayang kepada setiap hambaNya yang bertaqwa dan beriman.. 
Sholawat dan salam  kita haturkan kepada pembawa cahaya islam, penerang zaman,  rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam...

"Harapan"


Assalamu’alaikum waroh matulloh...
(mukoddimahh bikin sendiri aja yaa)

Sebelumnya saya mau bertanya, “Pernahkah kalian bermimpi untuk menjadi seseorang yang hebat di masa depan? Apakah kalian memiliki harapan untuk menjadi seseorang yang menguasai berbagai macam bidang ilmu? Atau pernahkah kalian  bercita-cita supaya bisa menghafal alfiyah seribu bait misalnya?”

Saya yakin setiap orang pasti dan harus mempunyai harapan dalam hidupnya, entah itu ingin membahagiakan kedua orang tuanya, menjadi seorang istri solehah, hafal alquran 30 juz, atau harapan harapan lain yang ingin segera terlukis di kanvas nyata.  Semua itu merupakan tabiat manusia yang identik dengan kecenderungannya untuk menjadi sosok ideal yang diinginkannya di masa depan kelak. 

Seseorang yang memiliki banyak harapan menandakan bahwa dia mempunyai visi dalam hidupnya. Harapan yang dia miliki akan menjadi pendorong semangat dalam kesehariannya untuk terus bergerak, berusaha mencapai titik poin yang diinginkannya.

Lalu,  bagaimana caranya supaya harapan kita benar-benar tercapai sesuai dengan yang kita inginkan?
Harapan/cita-cita atau dalam bahasa inggrisnya “hope”, tidak akan terwujud jika tidak diiringi dengan usaha/ikhtiar untuk mewujudkannya. Karena pencapaian harapan tidaklah instan dan butuh pengorbanan.
Tidak cukup sampai disitu, sebagai seorang muslim yang baik hendaknya harapan dan ikhtiar yang dia lakukan dibarengi dan diperkuat dengan doa. Karena dengan berdoa, berarti dia telah menggantungkan segala urusan kita hanya kepada Alloh semata, tidak kepada yang selainnya. “allohu ash-shomad” ([hanya] Allohlah tempat bergantung segala sesuatu). Dan doa merupakan senjatanya orang mukmin selain merupakan salah satu bentuk ibadah kepada Alloh  ta’ala. “ad-du’aau shilaahul mukmin” (doa itu senjatanya orang mukmin). “ad-du’aau huwal ibaadah” (doa adalah ibadah).

Bahkan Alloh sendiri yang memerintahkan hambanya untuk senantiasa berdoa: “ud’uunii astajib lakum” (berdoalah kepadaku, niscaya akan aku perkenankan doamu).

Setelah semuanya dilakukan, maka ada satu hal lagi yang tidak boleh terlewatkan yaitu bertawakkal dan berhusnudzon kepada Alloh bahwa semua yang kita harapkan, semua yang kita mimpikan dan semua yang kita cita-citakan akan Alloh kabulkan menjadi kenyataan.

Lalu bagaimana kalau kita berharap / menaruh harapan kepada manusia? Bolehkah kita melakukannya?
Ketahuilah saudara/saudariku, bahwa sesungguhnya Alloh sangat mudah sekali membolak-balikan hati manusia, dari yang tadinya ingin menepati janji malah mengingkari, dari yang tadinya mau berbuat baik malah mengurungkan niatnya, jadi berharaplah hanya kepada Alloh dalam segala urusan, manusia hanya sebagai perantara dari siklus terkabulnya/terwujudnya sebuah harapan. Pada hakikatnya hanya Alloh-lah sebaik-baik tempat kita untuk berharap. Firman alloh ta’ala dalam surat al-Insyiroh ayat 8: “wa ilaa robbika farghob” (dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap).

Kita bahkan diajarkan untuk selalu bersikap penuh harap akan karunia dan rahmat Alloh. Kita tidak boleh putus asa dari rahmat dan karunia-Nya. Dan Alloh menyuruh kita untuk terus berdoa kepada-Nya dan yakin atas doa kita kepada-Nya. Rosululloh saw bersabda: “Berdoalah kepada Alloh dengan penuh keyakinan akan dikabulkan. Dan ketahuilah bahwa Alloh tidak menerima doa dari hati yang kosong dan lalai.” (HR. At-Tirmidzi).

Sekian yang dapat saya sampaikan, mudah mudahan semua harapan dan doa kita diijabah oleh Alloh ta’ala.
Satu lagi, “Alloh tidak pernah menjanjikan bahwa langit itu selalu biru, bunga selalu mekar dan mentari selalu bersinar, tapi ketahuilah bahwa alloh selalu memberi pelangi di setiap badai, senyuman di setiap tetesan air mata, berkah di setiap cobaan dan jawaban di setiap doa”.

Syukron ‘ala ihtimaamikum...
Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokaatuh.