Ah, rasanya kering air mata ini, ku tak pantas lagi buang dia tuk sesuatu yang sementara...
Meski perjalanan ini renggut masa "syab"-ku, aku yakin bahwa cahaya itu
telah menunggu hadirku, ku kan tetap berdiri dan biarkan lantunan kalam
ilahi berlari dari pita suaraku,,
sampai tiba saat itu...
Saat dimana mereka tangisi kepergianku menuju "ruang tunggu yang nyaman" yang mesti ku raih..
Disaat sahabat riang dengan dunianya, ceria dengan pakaian semunya, aku masih
berkutat dengan bongkahan2 kalimat tak berambut, dalam sangkar yg sederhana
namun istimewa dengan kekurangannya... Mewah dengan keterbatasannya...
Semua ini tak kan berakhir sebelum ku install seluruh kalam ilahi ini dalam hatiku..
Al-hafsh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar